Arsip | Teknologi RSS feed for this section

Smart Segera Luncurkan BlackBerry CDMA

27 Okt 1341675538-smart-segera-luncurkan-blackberry-cdma

VIVAnews – Tersembunyi dari hingar bingar dan gegap gempita pembicaraan orang tentang perangkat RIM anyar BlackBerry Gemini, ternyata operator CDMA milik kelompok Sinar Mas, Smart, juga akan segera meluncurkan perangkat dan layanan BlackBerry CDMA pertama di Indonesia.

Informasi ini diketahui VIVAnews yang sempat memergoki kegiatan pemasaran secara terbatas di sekitar wilayah Kebagusan Jakarta Selatan. Beberapa tenaga pemasaran Smart dipergoki sedang membagikan flyer-flyer handset BlackBerry yang bakal dilansir dalam waktu dekat.

Namun demikian, saat dikonfirmasi, Head of VAS & Business Development Smart Telecom Tom Alamas Dinharsa mengunci mulutnya rapat-rapat. “Kami belum bisa mengeluarkan keterangan resmi apa-apa terkait peluncuran BlackBerry CDMA,” ujar Tom kepada VIVAnews, Senin 26 Oktober 2009.

Tom mengakui, sejauh ini Smart telah melakukan ujicoba BlackBerry CDMA di jaringannya. Bahkan, lebih jauh dari itu, Smart masih menunggu persetujuan dari pemerintah. “Seperti yang diketahui, semuanya harus memenuhi uji kelayakan dan beberapa persyaratan lainnya,” Tom menandaskan.

Sayangnya, Tom mengaku tak bisa memaparkan informasi lebih jauh. “Maaf, RIM (vendor pembuat perangkat BlackBerry asal Kanada – red)  tidak memberi kita keleluasaan untuk berbicara banyak tentang BlackBerry. Nanti, saya baru bisa berbicara banyak setelah diluncurkan,” ujar Tom.

Dari informasi yang didapatkan VIVAnews, langkah Smart kali ini tak main-main, mereka langsung melansir 4 model BlackBerry anyar. Yakni Curve 8330, Curve 8830, Storm 9530, dan Tour 9630.

BlackBerry Curve 8330 yang akan dilempar Smart adalah ponsel CDMA yang bekerja di pita frekuensi 800/1900 MHz dan mampu mengadopsi teknologi EvDO (Evolution Data Optimazed), selain teknologi CDMA 2000 1x. EvDO adalah teknologi generasi ketiga CDMA dengan kecepatan akses maksimum di atas 2 Mbps.

Tak hanya itu, ponsel ini juga menyediakan koneksi Bluetooth dan GPS namun tanpa WiFi. Ponsel ini rencananya dijual tanpa slot UIM card (inject), dan dikunci hanya untuk pelanggan Smart. Kemungkinan ponsel ini bakal dibanderol seharga Rp 2,9 juta.

Adapun Curve 8830 adalah salah satu ponsel full QWERTY dari RIM yang paling ringan dan mungil. Keunggulannya, ia bisa beroperasi di dua jaringan, yakni GSM dan CDMA 2000 1x, yang bisa digunakan secara bergantian (tidak dual stand-by). 1341675538-smart-segera-luncurkan-blackberry-cdma

Selain itu ia menyediakan koneksi Bluetooth dan GPS, serta memiliki layar resolusi tinggi dan kemampuan berfungsi sebagai modem (misalnya untuk laptop).  Ia hanya menyediakan slot SIM card GSM, dan tidak menyediakan slot UIM card (inject) yang dikunci hanya untuk pelanggan Smart. Kemungkinan, model ini dijual sekitar Rp 3,3 juta.

Sementara Storm 9530 adalah ponsel BlackBerry dual mode (GSM dan CDMA) pertama yang menggunakan antarmuka sentuhan jari. Seperti halnya model Storm untuk GSM, ponsel pintar yang dilengkapi dengan kamera 3,2 megapiksel.

Belum jelas apakah ia sudah memiliki koneksi WiFi serta mendukung Bluetooth dan GPS. Seperti halnya Curve 8830, ia juga hanya menyediakan slot bagi SIM card dan mengunci kartu CDMA pengguna hanya untuk pelanggan Smart. Ia kemungkinan akan dibanderol sebesar Rp 5,5 juta.

Yang terakhir, Tour 9630 adalah ponsel yang beroperasi di jaringan quadband GSM/GPRS/EDGE dan dual band UMTS/ HSPA, sekaligus single band CDMA/ EvDO. Ia dilengkapi dengan kamera 3,2 megapiksel, koneksi Bluetooth, GPS, dan media player.

Seperti halnya Storm 9530, ia juga hanya menyediakan slot SIM card, tanpa kartu UIM (nomor CDMA diinject). Menurut desas-desus, SMart telah menyetok keempat jenis perangkat BlackBerry ini hingg berjumlah 20 ribu unit.

Padahal, sebelumnya Smart terlihat tak begitu optimis dengan potensi pasar BlackBerry CDMA. Tapi ternyata operator tersebut kemungkinan besar bakal segera “memboyong” layanan BlackBerry CDMA ke Indonesia.

Forum – Media Komunitas Online

24 Sep

Semalam saat ber-google ria, sempat kaget juga melihat banyaknya forum komunitas online di Indonesia. Padahal pas era tahun 2000-an, kalau untuk forum, tahunya cuma forum Kafegaul, Freakschool, Kaskus, dan Hotgame. Sekarang, hampir semua website media membuat forumnya sendiri-sendiri, dengan topiknya yang fokus sesuai tema media. Website brand pun juga ikut-ikutan membuat forumnya sendiri. Bahkan, kini forum swadaya (artinya yang dibuat oleh suatu komunitas sendiri, dengan biaya sendiri) pun semakin banyak, dengan topik yang sangat beragam.

Memang sih, membuat sebuah forum bisa dibilang sangat mudah. Semua orang bisa membuatnya dengan menggunakan beragam aplikasi open source populer seperti PHPBB, PHPNuke, hingga yang komersial dan lebih kompleks seperti Invision Power Board atau vBulletin. Cek saja wikipedia ini untuk komparasinya.

Dari sekian banyak forum yang sempat diamati, ternyata memang nggak semuanya populer. Malah, bisa dibilang, sepi pengunjung. Sebetulnya, apa sih yang membuat sebuah forum itu menarik dan layak dikunjungi?

ForumAlasan pertama, jelas forum itu harus memberikan manfaat bagi pengguna. Pengguna mencari sesuatu atau ingin menanyakan suatu hal, maka ia akan mencari forum yang relevan. Forum-forum yang spesifik membahas topik tertentu biasanya ramai dikunjungi oleh peminat topik yang sama. Jika misalnya, seseorang mencari petunjuk tentang aplikasi Flash, biasanya ia lari ke forum Babaflash. Kalau ia punya pertanyaan seputar komputer, ia akan menanyakannya di Forum Komputer.

Pada hakikatnya, semua orang pun ingin mendapatkan apresiasi dari orang lain. Hal ini bisa dilakukan dengan cara ia membagi ilmunya dengan orang lain. Untuk menunjukkan keahliannya di bidang tertentu, ia akan mencoba menjawab beragam pertanyaan yang relevan dengan keahliannya. Forum menjadi pilihan baginya untuk melakukan hal tersebut. Semakin banyak ia melakukan posting di forum, semakin dikenal pula ia oleh anggota forum lainnya. Reputasi dirinya pun akan meningkat seiring dengan banyaknya posting yang dianggap bernilai positif oleh anggota forum lainnya.

Forum adalah media komunitas. Setiap orang adalah makhluk sosial dan ingin berkumpul dengan rekan-rekan lainnya. Setiap orang ingin menjadi bagian dari suatu komunitas. Forum ikut menjawab salah satu kebutuhan itu. Makanya, nggak jarang diskusi online di forum-forum diikuti dengan kegiatan kopi darat rutin antara anggota forum tersebut.

Saat ini semakin sedikit forum yang khusus membahas satu tema tertentu. Mungkin, karena upaya pengembangan forum yang sulit, pengelola forum berpikir untuk menjangkau semua topik, semua segmen. Harapannya, makin banyak orang akan datang ke forumnya, terlepas dari apapun topiknya. Hal ini semakin banyak terlihat dari forum-forum yang berkembang sekarang.

Cek saja Kaskus, Kafegaul, Kongkow, Blue Brainers, Indosiar, Web Gaul, dll. Isi forumnya terlalu bervariasi, dengan pilihan topik yang selalu saja ada antara lain: film, olahraga, curhat, musik, games, dan jual beli. Memang sih, forum dengan ragam topik ini memang tetap banyak menarik anggota. Mungkin, hal ini ditunjang oleh loyalitas para anggotanya yang ikut mengembangkan forum ini sejak awal.

ForumDi luar forum-forum yang dikembangkan oleh media dan forum-forum swadaya, yang sudah memiliki basis komunitas, beberapa brand ikut pula membuat forum di website-nya. Dan kelihatannya, belum pernah ada website brand yang bisa sukses dengan forumnya. Coba lihat website Belia, Clear, LA Lights, atau Toyota F1 Indonesia. Semuanya sepi.

Hal ini masih menimbulkan pertanyaan? Kenapa bisa sepi?

Apakah karena unsur brand yang terlalu kuat, sehingga orang malas untuk masuk menjadi anggota? Ataukah topiknya memang nggak menarik sama sekali untuk mereka? Ataukah karena website brand ini yang umumnya hanya berumur sesaat, sehingga tidak ada waktu untuk mengembangkan komunitasnya lebih lanjut? Ataukah model monitoring forum yang terlalu ketat (karena harus menjaga nama baik brand), sehingga menyebabkan orang antipati untuk berbagi di forum ini?

Atau, jangan-jangan memang tidak tepat bagi sebuah brand untuk membangun forum di website-nya. Mungkin, brand perlu memikirkan alternatif lain di luar forum kalau ia masih tertarik untuk mengembangkan komunitasnya. Ada ide?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 34 pengikut lainnya.